https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/issue/feedJurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique2026-10-17T17:12:29+00:00Remaja Putra Barusmajabarus@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi <em>Communique</em> ini memuat artikel ilmiah yang berasal dari hasil penenelitian dan kajian komunikasi. Kajian ini berasal dari berbagai macam cakupan yakni kajian media , jurnalisme, humas, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, psikologi komunikasi, dan kajian yang relevan dengan ilmu komunikasi. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini memiliki e-ISSSN bernomor registrasi <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1534759360&1&&" target="_blank" rel="noopener">2622-7290</a> yang dikeluarkan oleh LIPI dan terakreditasi <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/7978" target="_blank" rel="noopener">Sinta S5</a></p>https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/779MAKNA GUILT TRIPPING DALAM KOMUNIKASI KELUARGA SANDWICH GENERATION PADA TOKOH KALUNA DI FILM HOME SWEET LOAN2026-10-17T17:12:27+00:00Nadia Tasyrifa Nurannisantasyrifa@gmail.comFrederika Annisa Huwaida Santosomajabarus@gmail.comNayla Dwi Saviramajabarus@gmail.com<p><em><span style="font-weight: 400;">Selain sebagai hiburan, film merupakan media komunikasi massa yang juga dapat sebagai representasi realitas sosial. Film Home Sweet Loan (2024) merepresentasikan realitas sosial sandwich generation di Indonesia melalui tokoh Kaluna, seorang perempuan muda yang menanggung beban finansial keluarga besar sekaligus menghadapi tekanan komunikasi berupa guilt tripping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan di balik tanda-tanda guilt tripping dalam komunikasi keluarga karakter Kaluna menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce yang memandang tanda sebagai hubungan triadik antara representamen (sign), objek, dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik guilt tripping dalam komunikasi keluarga Kaluna bersifat sistematis dan berulang pada lima bentuk guilt tripping yang konsisten muncul, yaitu perbandingan yang merendahkan, dramatisasi penderitaan, eksploitasi rasa utang budi, penarikan diri secara emosional, dan pemerasan emosional berbasis afeksi sebagai bentuk yang paling dominan dengan pola tuntutan, tekanan, ancaman, hingga kepatuhan. Secara semiotik, film ini merepresentasikan realitas psikologis individu sandwich generation di Indonesia, di mana tekanan emosional berbasis rasa bersalah telah menjadi bagian dari pola komunikasi sehari-hari yang dinormalisasi, meskipun berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada kajian semiotika komunikasi dan komunikasi keluarga di Indonesia, sekaligus menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji fenomena sandwich generation dari sudut pandang representasi media.</span></em></p>2026-10-17T15:13:33+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/791The Cost of Creating Desire: Practitioners’ Lived Experiences of Ethics, Pressure, and Responsibility in Beauty Marketing2026-10-17T17:12:27+00:00Ananda Rizki Amaliasayaananda.amalia@gmail.comFormas Juitan Lasseformas.juitan@uki.ac.id<p><em>This article examines how Indonesian marketing communication practitioners make meaning of their practical experiences in the beauty industry. Beauty marketing does not operate only through product promotion, but also through claims, visual ideals, influencer work, and persuasive narratives that shape consumer desire. Using hermeneutic phenomenology, this study draws on in-depth interviews with six practitioners who had worked as brand and marketing communication specialists, product developers, strategic marketers, creative directors, brand strategists, and clinic marketing specialists. The findings show that practitioners understand their work through three interrelated meanings. First, professional identity is formed through the capacity to read consumers, translate products into meaningful messages, and negotiate brand visibility. Second, ethically ambiguous practices become normalized under industrial pressure, including sales targets, trend speed, claim adjustment, KOL management, and competitive visibility. Third, ethical discomfort emerges when practitioners recognize that beauty messages can affect consumers’ hopes, bodies, money, trust, and vulnerability. The article argues that beauty marketing should not be read merely as commercial persuasion, but as a moral practice in which practitioners create desire while carrying the consequences of that desire.</em></p> <p> </p>2026-10-17T15:15:20+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/781KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PEMBERDAYAAN ANAK KELOMPOK RENTAN MELALUI PROGRAM SENI TARI DI KOMUNITAS SEMANGGI CENTER KOTA TANGERANG2026-10-17T17:12:28+00:00Karina Mutia Ariantikarinamutiaarianti@gmail.comAjeng Pradestimajabarus@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengkaji proses komunikasi partisipatif dalam mendukung pemberdayaan anak-anak kelompok rentan melalui Program Seni Tari di Komunitas Semanggi Center Kota Tangerang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyediaan ruang partisipasi yang mampu membantu anak-anak rentan mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan keterlibatan sosial mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses komunikasi partisipatif yang berlangsung dalam program seni tari serta menganalisis perannya dalam mendorong partisipasi, keterlibatan, dan pengenalan potensi diri anak-anak kelompok rentan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri atas pendiri komunitas, pelatih seni tari, dan peserta program. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif berlangsung melalui dialog dua arah, keterlibatan peserta dalam pengambilan keputusan, penyesuaian pendekatan komunikasi berdasarkan karakter masing-masing anak, serta pemanfaatan media komunikasi untuk menjaga interaksi secara berkelanjutan. Komunikasi partisipatif berperan dalam meningkatkan partisipasi sukarela, keterlibatan aktif, kemampuan mengenali potensi diri, serta kepercayaan diri peserta. Selain itu, program ini turut membentuk orientasi masa depan yang lebih positif bagi anak-anak. Temuan penelitian menegaskan bahwa komunikasi partisipatif merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung pemberdayaan anak kelompok rentan berbasis komunitas melalui pengembangan kapasitas sosial dan personal peserta.</em></p> <p> </p>2026-10-17T15:18:20+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/782PENGARUH OPINI AKUN TIKTOK @ITSMICHELLEZHU TERHADAP PERSEPSI ETIKA PENGGEMAR K-POP2026-10-17T17:12:28+00:00Arsya Febrina Putri Mardani2201030029@students.unis.ac.idAlamsyah ,majabarus@gmail.comSuci Emelsi Jeffrimajabarus@gmail.com<p><em>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan kemudahan dalam menciptakan dan memanipulasi berbagai bentuk konten digital, termasuk gambar dan visual yang beredar di media sosial. Namun, kemajuan teknologi tersebut juga menimbulkan berbagai persoalan etika, salah satunya praktik objektifikasi idol K-Pop melalui penyalahgunaan editan AI. Fenomena ini menjadi perhatian publik setelah muncul opini dari akun TikTok @itsmichellezhu yang mengkritik penggunaan AI untuk membuat foto seolah-olah penggemar memiliki kedekatan personal dengan idol tanpa persetujuan pihak terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi penggemar K-Pop terhadap opini yang disampaikan akun TikTok @itsmichellezhu serta menguji pengaruh opini tersebut terhadap persepsi etika penggemar K-Pop terkait objektifikasi idol dalam penyalahgunaan AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada penggemar K-Pop yang mengetahui dan pernah mengakses konten akun @itsmichellezhu mengenai isu penyalahgunaan AI terhadap idol K-Pop. Pengambilan sampel menerapkan teknik purposive sampling dan analisis data dilakukan dengan teknik regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini akun TikTok @itsmichellezhu berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi etika penggemar K-Pop. Penggemar memandang praktik manipulasi visual berbasis AI tanpa persetujuan idol sebagai tindakan yang melanggar etika digital, privasi, dan martabat individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akun @itsmichellezhu berperan sebagai opinion leader yang mampu meningkatkan kesadaran etika penggemar K-Pop dalam menyikapi praktik objektifikasi idol melalui penyalahgunaan AI di media sosial.</em></p> <p><em> </em></p>2026-10-17T15:22:22+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/783PENGARUH KOMUNIKASI HRD DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. INTAN PERTIWI INDUSTRI KOTA TANGERANG2026-10-17T17:12:28+00:00Aryanti Putri Lestari22010301272@students.unis.ac.idAlamsyah ,majabarus@gmail.comIsni Yunisyafna Diah Delimamajabarus@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi Human Resource Development (HRD) terhadap kinerja karyawan pada PT. Intan Pertiwi Industri. Komunikasi HRD memiliki peran penting dalam penyampaian informasi, koordinasi kerja, serta peningkatan pemahaman karyawan terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan perusahaan. Populasi penelitian berjumlah 420 karyawan dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian. Variabel komunikasi HRD diukur melalui indikator kebutuhan informasi, umpan balik, kejujuran dan transparansi, partisipasi karyawan, serta komunikasi dua arah. Sementara itu, variabel kinerja karyawan diukur berdasarkan kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan disiplin kerja. Data dianalisis menggunakan teknik statistik untuk menguji hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi HRD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Komunikasi yang efektif, terbuka, dan jelas mampu meningkatkan koordinasi kerja, memperlancar pelaksanaan tugas, serta mendukung pencapaian target perusahaan. Dengan demikian, komunikasi HRD menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan di PT. Intan Pertiwi Industri.</em></p>2026-10-17T15:28:27+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/785PENGARUH PERSEPSI KONFLIK DIGITAL TERHADAP POLARISASI OPINI GENERASI Z2026-10-17T17:12:28+00:00Azizah Nur Kusumawatiazizahnurkusumawati@gmail.comAlamsyah ,majabarus@gmail.comFaisal Tomi Saputramajabarus@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat persepsi konflik digital dan polarisasi opini Generasi Z, serta menguji pengaruh persepsi konflik digital terhadap polarisasi opini Generasi Z di media sosial dalam konteks kontroversi aturan larangan kamera profesional pada konser DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia (Januari 2026). Landasan teoritis penelitian ini adalah Teori Spiral of Silence yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Neumann (1974). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik purposive sampling kepada 100 responden Generasi Z Indonesia berusia 18–29 tahun yang merupakan penggemar K-Pop dan mengetahui kontroversi tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi konflik digital dan polarisasi opini Generasi Z berada pada kategori tinggi. Persepsi konflik digital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap polarisasi opini Generasi Z di media sosial, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,621, yang mengindikasikan bahwa 62,1% variasi polarisasi opini dijelaskan oleh persepsi konflik digital. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa semakin tinggi persepsi individu terhadap konflik digital, semakin besar kecenderungan terpolarisasinya opini dalam ruang digital.</p>2026-10-17T15:33:56+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/795EVALUASI KOMUNIKASI INTERNAL DALAM IMPLEMENTASI APLIKASI KIR TANGERANG AYO2026-10-17T17:12:28+00:00Zidan Romadona2201030117@students.unis.ac.idAlamsyah ,majabarus@gmail.comRiza Gusti Rahayumajabarus@gmail.com<p>This study aims to evaluate the internal communication implemented by the Technical Infrastructure Management Unit of the Transportation Agency of Tangerang City in implementing the KIR Tangerang Ayo application for public services, as well as to identify the barriers within the internal communication elements that have led to low public interest in using the application. This research employs a qualitative approach with a case study design and a constructivist paradigm. The theoretical framework used is R. Wayne Pace and Don F. Faules’s Organizational Communication Theory, which encompasses three key directions of communication flow: downward communication, upward communication, and horizontal communication. The results indicate that the implementation of internal communication has not been optimal or fully integrated. The obstacles identified include uneven understanding and dissemination of information among employees, limitations in the follow-up mechanisms for upward reporting, lack of structured horizontal coordination between divisions, low public digital literacy, a preference for manual services due to uncertainty regarding the digital system, limited device availability, and suboptimal continuous support. The low effectiveness of these internal communication processes and organizational constraints has resulted in a very low rate of public adoption of the application, reaching only 4.6%. Therefore, more intensive internal coordination, regular evaluations, improved technical guidance for employees, and sustained direct assistance are required to encourage a shift in public behavior toward digital services.</p>2026-10-17T15:36:46+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/778REPRESENTASI DIRI GEN Z MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI STRAVA DALAM AKTIVITAS LARI DI KOTA DENPASAR2026-10-17T17:12:28+00:00Viana Paramacintya Aryadhivianaparama595@gmail.comJONATHAN JACOB PAUL LATUPEIRISSAmajabarus@gmail.com<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Strava dalam aktivitas lari terhadap representasi diri Generasi Z di Kota Denpasar.</span></span></span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 40 responden Generasi Z pengguna aktif aplikasi Strava di Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berani menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Strava berpengaruh signifikan terhadap representasi diri Generasi Z dengan nilai T-statistic sebesar 3,088 dan P-values sebesar 0,002. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Strava tidak hanya digunakan sebagai media pencatat aktivitas olahraga, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi digital dalam membangun identitas diri dan gaya hidup pengguna di ruang virtual. Melalui fitur unggahan aktivitas, visualisasi kinerja, kudos, komentar, dan interaksi sosial lainnya, pengguna cenderung menampilkan citra diri sebagai individu yang aktif, sehat, disiplin, dan produktif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa teori dramaturgi Erving Goffman masih relevan dalam menjelaskan praktik representasi diri Generasi Z di era media digital.</span></span></span></span></span></span></p>2026-10-17T15:41:13+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/800STRATEGI KOMUNIKASI FRONTLINER DALAM PELAYANAN UNTUK MEMBANGUN CITRA POSITIF PT RUBY STARINDO2026-10-17T17:12:28+00:00NI NYOMAN DINA LESTARIdinanyoman75@gmail.comNI NYOMAN HARNIKAmajabarus@gmail.com<p><em>Pelayanan pelanggan merupakan salah satu bagian penting dalam membangun citra positif perusahaan karena frontliner berinteraksi secara langsung dengan pelanggan dan menjadi salah satu pihak yang mencerminkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi frontliner dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan serta menganalisis peran strategi komunikasi tersebut dalam membangun citra positif PT Ruby Starindo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri atas tiga karyawan frontliner dan dua pelanggan yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dengan membandingkan informasi dari karyawan, pelanggan, hasil observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi frontliner dilakukan secara terencana, interaktif, dan adaptif melalui persiapan informasi, pemahaman kebutuhan dan karakteristik pelanggan, penyampaian pesan dengan bahasa yang sederhana, komunikasi secara langsung, pemberian respons dan umpan balik, penanganan keluhan, serta evaluasi komunikasi. Frontliner juga menyesuaikan cara penyampaian dengan tingkat pemahaman dan kondisi pelanggan. Strategi tersebut memberikan pengalaman pelayanan yang baik dan nyaman sehingga membentuk kesan positif terhadap PT Ruby Starindo. Sikap ramah, sopan, perhatian, kemampuan mendengarkan, kejelasan informasi, dan kesediaan membantu menjadi unsur penting dalam membangun citra positif perusahaan. Namun, kecepatan pelayanan dan penyampaian informasi ketika kondisi pelanggan ramai masih perlu ditingkatkan agar kualitas komunikasi tetap konsisten</em><em>.</em></p>2026-10-17T15:44:06+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/814Strategi Produksi Podcast “Cuko Pedes” Dalam Membangun Ketertarikan Minat Pendengar (Studi Pada Podcast Palembang Ekspres)2026-10-17T17:12:28+00:00Jingga Julian Sarijuliansaryjingga@gmail.comSepriadi SaputraSepriadisaputra_uin@radenfatah.ac.idGita Astridgitaastrid_uin@radenfatah.ac.id<p><em>Strategi produksi merupakan serangkaian perencanaan dan tindakan yang dilakukan dalam proses produksi untuk menghasilkan konten yang sesuai dengan tujuan serta kebutuhan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi produksi Podcast “Cuko Pedes” dalam membangun ketertarikan minat pendengar serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam proses produksinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori Uses and Gratifications sebagai landasan untuk memahami kebutuhan, pilihan, dan pengalaman pendengar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang terdiri atas lima orang tim produksi dan lima orang pendengar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi produksi Podcast “Cuko Pedes” meliputi pemilihan topik aktual dan relevan, pemilihan narasumber yang memiliki nilai informasi dan edukasi, penggunaan gaya komunikasi host yang santai, perpaduan informasi dan hiburan, penggunaan teaser, distribusi melalui berbagai platform digital, evaluasi respons audiens, serta penyesuaian strategi terhadap keberagaman karakteristik audiens. Strategi tersebut memungkinkan konten disesuaikan dengan kebutuhan audiens yang berbeda, terutama kebutuhan memperoleh informasi lokal, hiburan, kemudahan akses, dan penyajian yang nyaman. Tantangan yang ditemukan meliputi keberagaman selera audiens, perubahan materi secara mendadak, kendala teknis pencahayaan dan audio, serta upaya mempertahankan ketertarikan audiens. Tim mengatasinya melalui persiapan fleksibel, koordinasi, pengecekan teknis, penggunaan perangkat cadangan, dan evaluasi respons audiens. Temuan menunjukkan bahwa strategi produksi yang adaptif dan mempertimbangkan kebutuhan audiens mendukung keberlangsungan serta ketertarikan terhadap Podcast “Cuko Pedes”</em></p> <p> </p> <p><em><br> </em> <em><br> </em></p>2026-10-17T15:46:24+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/780THE DISCOURSE BATTLE BETWEEN POPULISM AND ANTI-POPULISM IN INDONESIA’S DIGITAL POLITICAL LANDSCAPE IN THE POST-TRUTH ERA2026-10-17T17:12:28+00:00Launa Launalauna2011@gmail.comFit Yanuarmajabarus@gmail.comBambang Mudjiyantomajabarus@gmail.comNur Azizahmajabarus@gmail.com<p><em>This study analyzes truth claims in President Prabowo Subianto’s inaugural speech amidst the contestation between populist and anti-populist narratives. Employing Critical Discourse Analysis, the research reveals that official narrative construction relies less on factual validity and more on emotional mobilization and nationalist symbolism aligned with social media algorithmic logic. The findings highlight a dialectical tension between power legitimacy based on populist rhetoric</em><em>—</em><em>which reduces policy complexity to a ‘people’ versus ‘elite’ dichotomy</em><em>—</em><em>and public demands for rationality. This phenomenon marks an epistemic shift where political narratives become commodities negotiated through algorithmic virality rather than rational deliberation. The study argues that consistency among narrative, action, and rationality is a prerequisite for public trust and elite legitimacy. Contributing to the understanding of collective rationality degradation, this research underscores the urgency of communicative integrity in maintaining democratic quality within an increasingly fragmented public sphere.</em></p>2026-10-17T15:50:13+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/806DAMPAK KOMUNIKASI NEGATIF ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN SELF-ESTEEM REMAJA DI KOTA DENPASAR2026-10-17T17:12:28+00:00Siti diah Risalatun Linasitidiahrl@gmail.comNI MADE PRASIWI BESTARImajabarus@gmail.com<p>Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting, ditandai dengan proses pembentukan identitas dan konstruksi konsep diri, di mana harga diri memiliki peran penting dalam kesejahteraan psikologis. Komunikasi dalam keluarga, khususnya pola komunikasi orang tua, menjadi salah satu konteks sosial utama yang membentuk persepsi remaja terhadap nilai dirinya. Namun, komunikasi negatif dari orang tua, seperti kritik yang berlebihan, penolakan secara verbal, dan penilaian yang bersifat menghakimi, masih menjadi permasalahan yang dapat menghambat perkembangan harga diri remaja secara sehat.Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting, ditandai dengan proses pembentukan identitas dan konstruksi konsep diri, di mana harga diri memiliki peran penting dalam kesejahteraan psikologis. Komunikasi dalam keluarga, khususnya pola komunikasi orang tua, menjadi salah satu konteks sosial utama yang membentuk persepsi remaja terhadap nilai dirinya. Namun, komunikasi negatif dari orang tua, seperti kritik yang berlebihan, penolakan secara verbal, dan penilaian yang bersifat menghakimi, masih menjadi permasalahan yang dapat menghambat perkembangan harga diri remaja secara sehat.<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola komunikasi negatif orang tua terhadap harga diri remaja. Penelitian ini berlandaskan pada teori komunikasi keluarga dan interaksionisme simbolik, serta menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui kuesioner daring dengan skala Likert yang diberikan kepada 80 remaja Generasi Z di Kota Denpasar yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator pengukuran telah memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang dipersyaratkan. Pengujian hipotesis melalui metode bootstrapping menunjukkan bahwa pola komunikasi negatif orang tua berpengaruh secara signifikan secara statistik terhadap harga diri remaja, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,511, nilai T-statistic sebesar 5,963, dan P-value sebesar 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan remaja terhadap komunikasi negatif dari orang tua, semakin kuat keterkaitannya dengan perubahan pada harga diri remaja.<br>Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi keluarga yang suportif dan dialogis dalam membangun konsep diri yang positif serta mendukung perkembangan psikologis remaja yang sehat.</p>2026-10-17T15:52:38+00:00##submission.copyrightStatement##