Manajemen Stres Untuk Menurunkan Tingkat Stres Narapidana (Pelatihan Pengabdian di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan)

  • Rodiatul Hasanah Siregar Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
  • Hasnida . Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
  • Raras Sutatminingsih Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
  • Juliana Irmayanti Saragih Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
  • Arliza Juariani Lubis Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
Keywords: Stres, Manajemen Stres, Narapidana

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (lapas) merupakan sebuah tempat dimana ruang gerak narapidana dibatasi dan mereka terisolasi dari masyarakat. Kondisi lapas di Indonesia yang overcapacity saat ini juga merupakan kondisi yang tidak ideal untuk kehidupan para narapidana.  Ruangan yang harus diisi banyak orang, makanan yang sederhana dan kurang bervariasi, serta aturan lapas yang ketat merupakan stressor yang menyebabkan para narapidana mengalami stres. Sarafino (2011) mendefinisikan stres sebagai kondisi dimana transaksi antara individu dengan lingkungan mengarah pada kesenjangan yang dirasakan antara tuntutan fisik atau psikologis dari suatu situasi dengan sumber daya sistem biologis, psikologis, dan sosial seseorang. Kondisi narapidana yang mengalami stres menyebabkan mereka mudah marah bahkan berperilaku agresif yang membuat suasana lapas semakin tidak nyaman. Oleh karena itu para narapidana perlu dibantu mengelola stres mereka melalui Pelatihan Manajemen Stres. Pelatihan Manajemen Stres yang diberikan kepada narapidana Pria kelas I Tanjung Gusta Medan menunjukkan hasil bahwa teknik-teknik manajemen stres yang diajarkan dan diterapkan oleh para narapidana dalam kehidupan sehari-hari dapat menurunkan tingkat stres yang mereka alami. Lebih lanjut, dengan menerapkan teknik-teknik manajemen stres secara rutin diharapkan mereka dapat mengelola stres mereka dengan lebih baik sehingga mereka dapat hidup nyaman selama menjalani masa hukuman di lapas.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhmad, H. (2018, Des 27). Menkumham Sebut Lapas di Indonesia Over Kapasitas. Diunduh dari http://news.okezone.com/read/2018/12/27/337/1996582/menkumham-sebut-lapas-di-indonesia-over-kapasitas
Cohen, S., Kamarck, T., Mermelstein, R.(1983). A Global Measure of Perceived Stress. Journal of Health and Social Behavior, 24, 386-396.
Gullone, E., Jones, T., & Cummins, R. (2000). Coping Style and Prison Experience as Predictors of Psychological Well-Being in Male Prisoners. Psychiatry Psychol Law 7 (2):171-181.
Mulyadi, L. (2005). Pengadilan Anak di Indonesia : Teori, Praktik, dan Permasalahannya. Bandung : Mandar Maju.
Sarafino, E. P. (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions. New York: Wiley.
Schafer, W. (2000). Stress Management for Wellness. 4th Edition. USA : Wadsworth.
Taylor, S, E. (2015). Health Psychology. 10th Edition. New York : McGrawHill Education.
Published
2020-05-07
How to Cite
Siregar, R., ., H., Sutatminingsih, R., Saragih, J., & Lubis, A. (2020). Manajemen Stres Untuk Menurunkan Tingkat Stres Narapidana (Pelatihan Pengabdian di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan). Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 2(2), 70-74. https://doi.org/https://doi.org/10.62144/jikq.v2i2.29