MAKNA GUILT TRIPPING DALAM KOMUNIKASI KELUARGA SANDWICH GENERATION PADA TOKOH KALUNA DI FILM HOME SWEET LOAN

  • Nadia Tasyrifa Nurannisa State University of Jakarta
  • Frederika Annisa Huwaida Santoso UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
  • Nayla Dwi Savira UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Keywords: guilt tripping, semiotika, sandwich generation, film home sweet loan

Abstract

Selain sebagai hiburan, film merupakan media komunikasi massa yang juga dapat sebagai representasi realitas sosial. Film Home Sweet Loan (2024) merepresentasikan realitas sosial sandwich generation di Indonesia melalui tokoh Kaluna, seorang perempuan muda yang menanggung beban finansial keluarga besar sekaligus menghadapi tekanan komunikasi berupa guilt tripping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan di balik tanda-tanda guilt tripping dalam komunikasi keluarga karakter Kaluna menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce yang memandang tanda sebagai hubungan triadik antara representamen (sign), objek, dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik guilt tripping dalam komunikasi keluarga Kaluna bersifat sistematis dan berulang pada lima bentuk guilt tripping yang konsisten muncul, yaitu perbandingan yang merendahkan, dramatisasi penderitaan, eksploitasi rasa utang budi, penarikan diri secara emosional, dan pemerasan emosional berbasis afeksi sebagai bentuk yang paling dominan dengan pola tuntutan, tekanan, ancaman, hingga kepatuhan. Secara semiotik, film ini merepresentasikan realitas psikologis individu sandwich generation di Indonesia, di mana tekanan emosional berbasis rasa bersalah telah menjadi bagian dari pola komunikasi sehari-hari yang dinormalisasi, meskipun berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada kajian semiotika komunikasi dan komunikasi keluarga di Indonesia, sekaligus menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji fenomena sandwich generation dari sudut pandang representasi media.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, H., & Galinsky, A. D. D. (2012). Enclothed cognition. Journal of Experimental Social Psychology, 48(4), 918-925. https://doi.org/10.1016/j.jesp.2012.02.008
Alawyah, A. M. (2025). Penerimaan generasi z terhadap peran anak bungsu sebagai generasi sandwich pada film home sweet loan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(6), 5926-5932. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i6.8096
Ananda, N. C., & Hamidah, H. (2020). Learned Helplessness Pada Wanita Dewasa Awal Korban Kekerasan dalam Pacaran yang Masih Bertahan dengan Pasangannya. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental,, 4(1), 36-42. https://doi.org/10.20473/jpkm.V4I12019.36-42
Azahra, A. N., & Wiryany, D. (2025). Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi Komunikasi Keluarga dalam Film Home Sweet Loan. JOURNAL OF DIGITAL COMMUNICATION SCIENCE, 3(1), 17-30. https://doi.org/10.56956/jdcs.v3i1.444
@katadatacoid. (2024, 3 Januari). Instagram. https://www.instagram.com/p/C1oRtrGS9hV/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Braiker, H. (2004). Who's Pulling Your Strings? How to Break the Cycle of Manipulation and Regain Control of Your Life. McGraw-Hill Education.
Brand24. (2026). Retrieved May 6, 2026, from https://app.brand24.com/
Cialdini, R. B. (2021). Influence: The Psychology of Persuasion. Harper Business.
Ginanjar, R. P. A. (2024). Home Sweet Loan: Sinopsis dan Fakta-Fakta Menariknya. Tempo.co. https://www.tempo.co/teroka/home-sweet-loan-sinopsis-dan-fakta-fakta-menariknya-1180625
Harsey, S., & Freyd, J. J. (2020). Deny, Attack, and Reverse Victim and Offender (DARVO): What Is the Influence on Perceived Perpetrator and Victim Credibility? Journal of Aggression, Maltreatment & Trauma, 29(8), 897–916. https://doi.org/10.1080/10926771.2020.1774695
Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek].
Kahfi, A. Y. (2021). Teori Warna. AnyFlip. https://anyflip.com/bpjzq/ahzv
Karnani, S., & Zelman, D. C. (2019). Measurement of Emotional Blackmail in Couple Relationships in Hong Kong. Couple and Family Psychology: Research and Practice, 8(3), 165-180. https://psycnet.apa.org/doi/10.1037/cfp0000126
Kustiawan, W., Khairani, L., Lubis, D. R., Lestari, D., Faridah Zahra Yassar, Albani, A. B., Farhan Zuherman, & Ahmad, A. S. (2022). PENGANTAR KOMUNIKASI NON VERBAL. JOURNAL ANALYTICA ISLAMICA, 11(1). http://dx.doi.org/10.30829/jai.v11i1.11928
Lahope, J., Arief, m., & Ayodya, B. (2025). REPRESENTASI GENERASI SANDWICH PADA TOKOH KALUNA DALAM FILM HOME SWEET LOAN (Analisis Semiotika John Fiske). Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Komunikasi (SEMAKOM), 3(2), 518-521. https://conference.untag-sby.ac.id/index.php/semakom
Listiana, L., Anisti, & Mutiah, T. (2025). Analisis semiotika John Fiske: Pengorbanan Generasi Sandwich dalam Film Home Sweet Loan. Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi, 5(2). https://doi.org/10.55606/jutiti.v5i2.5522
Maslach, C. (2003). Burnout: The Cost of Caring. Malor Books.
Oda, R., & Sawada, K. (2021). Do Social Relationships With Those Who Witness Moral Transgression Affect the Sense of Guilt? Evolutionary Psychological, 19(3). 10.1177/14747049211032576
Ray, R. (2023). Difficult People. Pan Macmillan Australia Pty, Limited.
Siregar, T. (2025). COGNITIVE LOAD THEORY (CLT) (A. M. Pratiwi, Ed.). PT Tujuh Pustaka Penerbit.
Wulandari, S., & Siregar, E. D. (2020). Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce: Relasi Trikotomi (Ikon, Indeks, Simbol). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 4(1). https://doi.org/10.22437/titian.v4i1.9554
Published
2026-10-17
How to Cite
Nurannisa, N., Santoso, F., & Savira, N. (2026). MAKNA GUILT TRIPPING DALAM KOMUNIKASI KELUARGA SANDWICH GENERATION PADA TOKOH KALUNA DI FILM HOME SWEET LOAN. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 9(1), 1-11. https://doi.org/https://doi.org/10.62144/jikq.v9i1.779