KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PEMBERDAYAAN ANAK KELOMPOK RENTAN MELALUI PROGRAM SENI TARI DI KOMUNITAS SEMANGGI CENTER KOTA TANGERANG
Abstract
Penelitian ini mengkaji proses komunikasi partisipatif dalam mendukung pemberdayaan anak-anak kelompok rentan melalui Program Seni Tari di Komunitas Semanggi Center Kota Tangerang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyediaan ruang partisipasi yang mampu membantu anak-anak rentan mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan keterlibatan sosial mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses komunikasi partisipatif yang berlangsung dalam program seni tari serta menganalisis perannya dalam mendorong partisipasi, keterlibatan, dan pengenalan potensi diri anak-anak kelompok rentan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri atas pendiri komunitas, pelatih seni tari, dan peserta program. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif berlangsung melalui dialog dua arah, keterlibatan peserta dalam pengambilan keputusan, penyesuaian pendekatan komunikasi berdasarkan karakter masing-masing anak, serta pemanfaatan media komunikasi untuk menjaga interaksi secara berkelanjutan. Komunikasi partisipatif berperan dalam meningkatkan partisipasi sukarela, keterlibatan aktif, kemampuan mengenali potensi diri, serta kepercayaan diri peserta. Selain itu, program ini turut membentuk orientasi masa depan yang lebih positif bagi anak-anak. Temuan penelitian menegaskan bahwa komunikasi partisipatif merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung pemberdayaan anak kelompok rentan berbasis komunitas melalui pengembangan kapasitas sosial dan personal peserta.
Downloads
References
Arifin, P. (2023). Praktik Komunikasi Partisipatif Warga RW 20 Kampung Sutodirjan Kota Yogyakarta pada Program Pembangunan Komunitas Lokal. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 2(2), 97–106. https://doi.org/10.47431/jkp.v2i2.340
Bustomi, A. A. (2024). Penerapan Model Komunikasi Partisipatif dalam Pengembangan Program Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Pesantren. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2(July), 121–138. https://doi.org/10.61650/jptk.v2i2.267
Dewi, L. D. R., Santoso, P. Y., & Liliweri, A. (2025). Seni Sebagai Media Komunikasi Pembangunan Partisipatif (Studi Kasus Rampak Genteng Jatiwangi). Komunikatif: Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 288–302.https://doi.org/10.33508/jk.v14i2.7827
Fathurokhmah, F. (2024). Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif. In Bumi Aksara. https://www.google.co.id/books/edition/Metodologi_Penelitian_Komunikasi_Kualita/pTkPEQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=paradigma+konstruktivisme&pg=PA67&printsec=frontcover
KEMENDIKDASMEN, D. P. dan T. I. (2025). Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kustiawan, W., Fauzizah, N. A., Sinaga, H. A. B., Oktavia, I., Hafizah, F., Shaliha, F., & Habib, F. (2023). Konsep Komunikasi Partisipatif dalam Komunikasi Pembangunan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 4082–4086.
Laila, D. A., & Salahudin. (2022). Pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui pendidikan nonformal : Sebuah kajian pustaka. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 9(2), 100–112. https://doi.org/10.21831/jppfa/v9i2.44064
Neela Afifah, Ervina, Arda Sulis Mutiara, Aghnaita, Muzakki, Saudah, & Sri Hidayati. (2024). Implementasi Ekstrakurikuler Tari dan Relevansinya sebagai Pengembangan Kreativitas Seni Anak Usia Dini. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 6(1), 111–122. https://doi.org/https://doi.org/10.35473/ijec.v6i1.2765
Rukmana, A. T., & Santi, D. E. (2025). Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Pada Anggota Karang Taruna melalui Kegiatan Apresiasi Dan Mendengar Teman Di Karang Taruna Desa X. Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ), 2(6), 8623–8632.
Servaes, J. (2008). Communication for Development and Social Change. SAGE Publications. https://doi.org/https://doi.org/10.4135/9788132108474
Servaes, J. (2020). Terms and Definitions in Communication for Development and Social Change. https://doi.org/10.1007/978-981-10-7035-8_109-1
Setiawan, D., Hardiyani, I. K., Aulia, A., & Hidayat, A. (2022). Memaknai Kecerdasan melalui Aktivitas Seni : Analisis Kualitatif Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4507–4518. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2521
Simamora, I. Y., Miko, Resty, Anur, Tazwa, Siska, Nadia, & Manda. (2025). Penerapan Konsep Komunikasi Partisipatif pada Pembangunan di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi Administrasi Publik Dan Kebijakan Negara, 2(3), 180–191. https://doi.org/10.62383/komunikasi.v2i3.498
Syaifuddin, A. R., Darmiyati, & Aty, M. (2022). Implementasi Seni Tari Ronggeng Paser Terhadap Perkembangan Sosial Emosional AUD. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 64(10), 57–67. https://doi.org/https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i10.9893
Wiku, K., Muchisin, S., & Rahmawati, S. D. (2025). Pemberdayaan Anak Jalanan Oleh Komunitas Save Street Child Sidoarjo. Jurnal Respon Publik, 19(11), 36–42.
Zulkifli, Z., Luthfiyah, Z., Umar, M., Winarni, H., Arifin, Z., & Rahayu, S. H. (2023). Anak Jalanan Dalam Konstelasi Hukum Indonesia. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 2(1), 95–108. https://doi.org/https://doi.org/10.47200/awtjhpsa.v2i1.1570