MAKNA DAN IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT MANDAR DALAM LIPA’ SABBE

  • Wahyuddin - Universitas Hasanuddin
  • Muhammad Farid
  • Juniarti Maryam
  • Ilham -
  • Arianto -
  • Muhammad Munir
Keywords: Makna, Identitas Sosial Masyaraakat Mandar, Lipa' Sabbe

Abstract

Lipa sabbe Mandar merupakan sarung kebanggan masyarakat  Suku Mandar yang sampai saat ini digunakan, lipa’ sabbe mandar memiliki dua motif corak atau motif  yakni corak sure dan bunga. Simbol lipa sa’be memiliki corak sesuai  pemaknaan masing-masing. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi makna identitas sosial dalam simbol lipa sabbbe khas Mandar, Dalam penelitian ini penulis  menggunakan teori semiotika untuk memaknai simbol-simbil dalam motif lipa sabe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol makna lipa sabbe Mandar memiliki macam makna, seperti corak atau sure  yang digunakan raja-raja di Mandar dan sure yang bermakna identitas sosial Mandar, lipa sabbe adalah identitas manusia Mandar yang  bisa dikenal sesuai dengan sosok pemakainya. Ia seorang bangsawan raja, ketua adat, ana’ pattola, tau biasa sering disebut batua Sebagai pemimpm masyarakat, mereka menjaga empat unsur antara lain: Asagenang (berkecukupan), Asalamang (menjaga keselamatan dan keamanan bersama) Assiamang-amang (solida ritas dan soliditas dalam kehidupan) Siannangang Siri’ anna lokko’ (menjaga martabat dan harga diri). Motif ini menunjukkan herarki misalnya, raja dan tingkat sosial dari seseorang, apakah dia bangsawan atau rakyat biasa. Temuan lainnya pemahaman dalam menggunakan sabbe diketehui, tidak sembranngan digunakan, namun ada juga beberapa corak atau sure  yang bisa digunakan masyarakat umum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Admin. (2017). Sejarah Sulawesi Barat.

Amita. (2023). Simbol Dan Makna Lipa Sa Be Pada Etnis Mandar Desa Pambusuang Kecamtan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar.
Deni, G. R. (2023). Perancangan Perlengkapan Busana Berbahan Dasar Tenun Tradisional Sumbawa. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 7(1), 819–832. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4595

Fashar, A. M. P., & Sulianto, H. (2020). Lipa’ Sabbe Corak Lebba.
Krisnawati, M. (2014). Kajian Tentang Simbol Batik Semen Rama Bagi Kehidupan Masyarakat Jawa. 1(2), 75–81.

Luran, N. F., Tahara, T., & Astuti, S. (2022). Perubahan Makna dan Simbol Pada Motif Kain Sutera pada kalangan Remaja Bugis di Kabupaten Wajo. Jurnal Mahasiswa Antropologi, 1(2), 91–116.
Muzaiyanah. (2015). Jenis Makna Dan Perubahan Makna. Wardah, 25, 145–152.
Nahak, H. M. . (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Rifayanti, R., Kristina, G., Doni, S. R., Setiani, R., & Welha, T. P. (2019). Filosofi Sarung Tenun Samarinda Sebagai Simbol dan Identitas Ibu Kota Kalimantan Timur. Psikostudia : Jurnal Psikologi, 6(2), 21. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v6i2.2373

Setiawan, A. (2020). Lipa Saqbe, Tenun Sutra Cantik Warisan Mandar.

Widiyani, F. R., Sri, N. L., Gade, A. S. U., Umi, H. A., LOdewyk, A. S. S., Hadiyanti, Si. D. I., Ayu, K. A., Hikmah, N., & Iqbal, M. F. (2021). Metode Penelitan Kualitatif (D. S. Utami, Ratnadewi, & I. Azis (eds.); 1st ed.). Zahir Publishing.

Wulandari, R. (2018). JOM FISIP Vol. 5: Edisi II Juli – Desember 2018 Page 1. Jom Fisip, 5, 1–15.
Published
2024-04-17
How to Cite
-, W., Farid, M., Maryam, J., -, I., -, A., & Munir, M. (2024). MAKNA DAN IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT MANDAR DALAM LIPA’ SABBE. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 6(2), 89-98. https://doi.org/https://doi.org/10.62144/jikq.v6i2.322